expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

SiMARDi Offline Versi 4.0


SiMARDi Offline adalah sustu program yang berfungsi untuk mengolah data Arsip Dinamis, menciptakan perekaman data surat masuk dan keluar, membuat DPA (Daftar Pertelaan Arsip), membuat Lembar Disposisi dan Kartu Kendali secara otomatis, Menetapkan Arsip Permanen, Arsip Musnah dan Arsip Dinilai Kembali, Merekam data akusisi arsip, mengatur Jadwal Retensi Arsip secara otomatis dan proses dijalankan secara periodik, Membantu proses manufer arsip, merekam data penyusutan arsip, memberikan pelayanan informasi arsip (penemuan kembali arsip).




Daftar Klien :
  1. Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Surakarta
  2. Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Klaten
  3. Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Karimun
  4. Pemerintah Kota Surakarta
  5. Badan Arsip Dan Perpustakaan Daerah Jateng
  6. Rumah Sakit Ibu dan Anak Nanggroe Aceh Darussalam
  7. Rumah Sakit Jiwa Surakarta
  8. Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
  9. Pemerintah Kotamadya Banda AcePemerintah Kabupaten Jepara
  10. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
  11. Pemerintah Kabupaten Tarakan







Minimum Requirements :
- Windows XP

- Prosesor Intel Pentium 4 2.0 Ghz
- 256 MB RAM
- Video Adapter 128 MB
- 200 MB free harddisk



JARINGAN INFORMASI KEARSIPAN DINAMIS


Para pengelola kearsipan di Indonesia, kami ingin memperkenalkan Aplikasi Kearsipan untuk membantu sistem pengelolaan arsip dinamis khususnya terhadap pengolahan arsip-arsip di lembaga Pemerintahan. Kita ketahui bahwa hampir di seluruh SKPD/Institusi Pemerintah mengalami kendala dalam pengelolaan kearsipan secara tertib dan baik. Hal ini dapat dimaklumi bahwa hal tersebut juga disebabkan keterbatasan dalam penyediaan SDM di bidang kearsipan, atau minimnya minat para pegawai yang ingin menjadi pengelola kearsipan, dari sisi lain juga bahwa adanya keterbatasan penyelenggaraaan bintek kearsipan bagi SDM yang diberikan tanggung jawab untuk mengolah kearsipan. 


Hal ini secara general akan berakibatkan terhadap kinerja di bidang kearsipan pada kegiatan penyerahan arsip-arsip SKPD ke Lembaga Kearsipan selalu dalam bentuk arsip kacau. Hasil analisa kami di lapangan bahwa arsip-arsip yang tercita dalam satu hari saja berjumlah ribuan arsip, sedangkan arsip-arsip tersebut tidak dikelola dengan baik sesuai dengan standar kearsipan...... JIKA arsip-arsip tersebut tidak diserahkan sesuai dengan retensinya sudah pasti seluruh arsip-arsip tersebut akan menjadi penuh, dan akan mengalami pengasingan lokasi penyimpanan. Atau jika semua SKPD secara serentak menyerahkan arsip-arsipnya ke Lembaga Kearsipan secara kacau maka tidak dapat kita bayangkan bahwa SDM pengelola kearsipan yang tersedia di LKD (Lembaga Kearsipan Daerah) akan mengalami stresssss...... 


Secara logika bahwa kesanggupan seseorang dalam mengolah arsip hanya mampu sebanyak 50 arsip dalam 1 harinya, di saat proses pengolahan dilaksanakan apakah kita tidak dapat mengira2-ngira bahwa arsip yang bakal tercipta akan mengalir cukup derasnya. Maka dengan demikian lambat laun para pengolah di LKD akan tertimbun dengan arsip-arsip tersebut. Pandangan yang sederhana ini kami ingin mengajak seluruh elemen yang terkait dalam pengelolaan kearsipan harus secara bijak untuk segera menerapkan tekonologi di dalam pengolahan arsip-arsipnya.




Untuk mendownload Klik Disini (28,35 MB)

5 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...